Keseksamaan,kemoderatan dan kekritisan akal budi,yang merupakan elemen-elemen kesadaran profetik yang dihasilkan dari laku dan mengilmukan praktik integralisasi makna keduniaan dan keakhiratan,baik fisis maupun metafisis.Bukan dari kepentingan yang sempit dan sementara,tetapi memahami secara utuh situasi dan kondisi subyektif kenabian maupun obyek-obyek kajian yang memahami praksis HUKUMNYA di alam semesta seisinya.
Kesadaran profetik menerima kedaulatan dan kekuasaan dalam koridor HukumNYA dalam lingkup doktriner maupun konstitutif yang menyejahterakan.Peradaban yang didasari kesadaran profetik mengandung berbagi nilai dan prinsip yang melampaui dan menyelesaikan pertentangan ideologi-ideologi kekinian. Permusyawaratan kerja dan karya peribadatan dengan HUKUMNYA yang menaungi,bersimbolkan keutamaan aspek teknologi.
Komentar
Posting Komentar